KabarBaik.co – Polres Batu menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta penguatan pengamanan di sejumlah objek wisata menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha mengatakan, pengamanan Nataru akan dilaksanakan melalui Operasi Lilin Semeru 2025 dengan mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif. “Fokus utama Operasi Lilin Semeru 2025 meliputi pengamanan jalur mudik dan wisata, pencegahan aksi terorisme, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam,” kata Andi.
Andi menegaskan, mitigasi bencana menjadi perhatian serius mengingat potensi cuaca ekstrem selama libur akhir tahun. Polres Batu telah berkoordinasi dengan BPBD serta stakeholder terkait untuk mengantisipasi kemungkinan bencana, termasuk tanah longsor.
“Koordinasi lintas sektor kami lakukan untuk memastikan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” ujar Andi.
Di sisi lain, sektor pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi pengamanan di Kota Batu. Data menunjukkan tingkat okupansi hotel saat ini telah mencapai 73 hingga 80 persen.
“Dengan kapasitas hampir 10 ribu kamar hotel, arus kendaraan yang masuk ke Kota Batu diperkirakan mencapai 15 ribu unit setiap akhir pekan. Hal ini tentu berdampak pada kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur Batu-Malang,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan tersebut, Andi menyebutkan bahwa Polres Batu telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta meningkatkan pengamanan di kawasan wisata, sembari menjalin koordinasi dengan para pelaku usaha pariwisata.
Melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Malang Raya, TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menyepakati langkah konkret dalam memetakan potensi gangguan kamtibmas serta mengoptimalkan komunikasi publik agar informasi dapat diterima masyarakat secara real-time.
“Tujuan kami satu, memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegas Andi. (*)








