KabarBaik.co – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menyambut periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, kesiapsiagaan personel, serta optimalisasi layanan santunan, Jasa Raharja berkomitmen menghadirkan kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya dalam perlindungan korban kecelakaan lalu lintas.
Hal tersebut disampaikan Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur, Tamrin Silalahi, S.T., M.Si., AAAI-K, dalam acara Media Gathering Jasa Raharja dengan media di kantornya, Jumat (19/12).
Tamrin menegaskan, Jasa Raharja akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, pemerintah daerah, rumah sakit, hingga tokoh masyarakat, sebagaimana yang telah dilakukan pada periode Nataru sebelumnya.
“Selama pelaksanaan pengamanan Nataru, seluruh jajaran Jasa Raharja di Jawa Timur, sebanyak 152 personel, kami pastikan siaga penuh dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam periode Nataru yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Jasa Raharja secara rutin akan melakukan monitoring kelancaran lalu lintas di berbagai titik strategis. Apabila terjadi kecelakaan, khususnya yang melibatkan angkutan umum, Jasa Raharja memastikan respons cepat sebagai wujud kehadiran negara bagi warganya.
“Begitu terjadi kecelakaan, petugas kami akan hadir pada kesempatan pertama. Untuk korban luka, kami telah bekerja sama dengan 359 rumah sakit di Jawa Timur, sehingga korban dapat langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat tanpa terkendala administrasi,” kata Tamrin.
Sementara itu, apabila terjadi korban meninggal dunia, Jasa Raharja menerapkan sistem jemput bola, di mana petugas akan segera mendatangi ahli waris guna memastikan hak santunan dapat diterima dengan cepat dan tepat.
Selain pelayanan pascakecelakaan, Jasa Raharja juga menaruh perhatian besar pada aspek pencegahan. Bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Jasa Raharja mendirikan enam Pos Pelayanan Terpadu yang tersebar di sejumlah simpul transportasi, seperti terminal dan pelabuhan.
Di pos-pos tersebut, Jasa Raharja turut menghadirkan berbagai layanan pendukung, termasuk edukasi keselamatan berlalu lintas dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi dan masyarakat.
“Upaya pencegahan kecelakaan kami lakukan secara rutin, tidak hanya di daerah rawan kecelakaan, tetapi juga hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Kami bekerja sama dengan camat dan lurah untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Tamrin mengungkapkan, upaya kolaboratif lintas sektoral yang selama ini dijalankan membuahkan hasil positif. Hingga November 2025, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur tercatat menurun 2,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada angka fatalitas korban meninggal dunia yang turun sekitar 7 persen, atau berkurang sekitar 386 korban dibandingkan periode hingga November tahun lalu.
“Kami bersyukur, ini menunjukkan bahwa kerja bersama dalam pencegahan kecelakaan mulai memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Meski jumlah kecelakaan menurun, nilai santunan yang disalurkan Jasa Raharja di Jawa Timur hingga Januari 2025 tercatat mencapai Rp622 miliar, atau naik sekitar 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, hingga November 2025, santunan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp614 miliar, meningkat sekitar Rp7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kenaikan nilai santunan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan hak masyarakat terpenuhi,” tegas Tamrin.
Menutup keterangannya, Tamrin menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus memperkuat sinergi lintas sektor demi menciptakan perjalanan Nataru yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat Jawa Timur.
“Kami berharap selama periode Nataru ini masyarakat dapat bepergian dengan aman. Namun jika risiko terjadi, Jasa Raharja siap hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik,” pungkasnya.








