KabarBaik.co – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa semangat mBatu Sae harus menjadi landasan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Batu yang maju, aman, dan sejahtera. Hal itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang dirangkai dengan Hari Jadi ke-24 Kota Batu, di halaman Balai Kota Among Tani, Jumat (17/10).
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Forkopimda, pejabat Pemkot Batu, personel TNI-Polri, ASN, organisasi masyarakat, dan pelajar dari berbagai sekolah. Kehadiran berbagai unsur tersebut, menurut Nurochman, mencerminkan kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong warga dalam perjalanan pembangunan Kota Batu.
“Dengan tema Satukan Niat, Bangkitkan Semangat, mBatu Sae, kami ingin menegaskan komitmen untuk melanjutkan semangat perjuangan para pemimpin terdahulu dalam membangun Kota Batu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nurochman dalam amanatnya.
Nurochman menekankan makna mBatu Sae bukan sekadar slogan, tetapi merupakan cita-cita bersama untuk menjadikan Kota Batu sebagai kebanggaan warganya. “Tema ini mencerminkan tekad bersama untuk menjaga sinergi, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan semangat inovasi dalam menghadirkan Kota Batu yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Nurochman, peringatan Hari Jadi Kota Batu bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi atas perjuangan panjang serta kontribusi seluruh lapisan masyarakat. “Kemajuan Kota Batu adalah hasil kerja bersama. Karena itu, mari terus satukan niat, bangkitkan semangat, dan wujudkan mBatu Sae demi Kota Batu yang bahagia dan sejahtera,” tegasnya.
Nurochman juga menekankan komitmen Pemkot Batu terhadap pembangunan berkelanjutan dan pariwisata ramah lingkungan. Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan iklim, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Forkopimda, masyarakat, dan tokoh agama untuk menjaga Batu sebagai kota hijau, lestari, dan bebas sampah.
“Semangat mBatu Sae harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui inovasi, pelayanan publik, maupun kepedulian terhadap lingkungan,” tandasnya.
Sejak dilantik pada Februari 2025, Nurochman menyebut sejumlah program prioritas menunjukkan hasil positif. Investasi di Kota Batu mencapai Rp 1,82 triliun hingga September 2025, melampaui target Rp 1,12 triliun atau naik 34 persen dari tahun sebelumnya.
Di bidang kesehatan, Pemkot telah menyalurkan alat kesehatan senilai Rp 2 miliar ke 193 posyandu, menambah tenaga medis dan kader kesehatan, serta memperluas layanan dasar bagi warga. Program 1.000 Sarjana Kota Batu juga berjalan dengan baik, dengan 213 penerima beasiswa dari 314 pendaftar.
Sementara di bidang keagamaan, insentif tenaga pendidikan keagamaan naik menjadi Rp 350 ribu per bulan bagi 1.911 penerima. Hibah untuk lembaga keagamaan dan organisasi berbasis agama mencapai lebih dari Rp 8 miliar.
Selain itu, Kota Batu menerima hibah Pasar Induk Among Tani senilai Rp 170,72 miliar dari Kementerian PUPR dan penyerahan PSU perumahan senilai Rp 522,2 miliar dari 12 pengembang. “Pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas manusia, nilai gotong royong, dan kepedulian sosial. Itulah makna sejati mBatu Sae,” tandasnya. (*)








