KabarBaik.co, Jombang – Kemacetan panjang di jalur arteri Jombang saat libur Lebaran membuat sejumlah pemudik mencari jalur alternatif melalui jalan desa. Namun, pilihan ini justru memunculkan titik kemacetan baru di kawasan perkampungan.
Pantauan di lapangan, Senin (23/3) sekitar pukul 12.00 WIB, arus kendaraan roda empat memadati jalan sempit di Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Jalur tersebut dikenal sebagai “jalan tikus” yang menghubungkan Jombang dengan Kediri.
Kondisi paling padat terlihat di Desa Mojokambang. Jalan rabat beton selebar sekitar 6 meter harus menampung kendaraan dari dua arah. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 1 kilometer di tengah permukiman warga.
Abdul Basit (54), warga setempat yang ikut membantu mengatur lalu lintas mengatakan, para pemudik sengaja masuk ke jalan desa untuk menghindari kemacetan di jalur utama. “Pengendara dialihkan ke sini karena jalan utama macet total. Tapi memang jalannya tidak cukup untuk menampung kendaraan sebanyak ini,” ujar Basit.
Ia menyebut kepadatan sudah terjadi sejak H+2 Lebaran, dengan puncak arus biasanya berlangsung antara pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Mayoritas kendaraan didominasi mobil pribadi. “Bahkan kemarin lebih parah. Pengaturan di sini murni inisiatif warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, pihaknya terus melakukan rekayasa lalu lintas di jalur utama Bandar Kedungmulyo untuk mengurai kepadatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalihkan arus dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo menuju Simpang Tiga Jatipelem. “Kami terus berupaya agar arus tetap mengalir meski padat. Harapannya, pemudik tidak perlu lagi mencari jalur alternatif yang justru menimbulkan kemacetan baru,” kata Ardi. (*)








