KabarBaik.co, Pasuruan – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap penggunaan alat tangkap ikan yang dilarang berupa jaring trawl di wilayah perairan hukum Polres Pasuruan Kota. Petugas mengamankan seorang nelayan berinisial MH (35), warga Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
HM kedapatan menggunakan alat tangkap tersebut saat melaut menggunakan kapal motor nelayan berwarna putih tanpa nama. Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno mengatakan, penindakan ini berawal dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan anggota di wilayah perairan setempat dan menemukan kapal yang membawa jaring trawl.
“Pada saat patroli, anggota menemukan sebuah kapal nelayan yang diduga menggunakan alat tangkap yang dilarang berupa jaring trawl. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas kemudian mengamankan yang bersangkutan beserta barang bukti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Edy.
Dari hasil penindakan tersebut, petugas mengamankan satu set jaring trawl sebagai barang bukti. Selanjutnya nelayan yang bersangkutan dibawa ke Mako Satpolairud Polres Pasuruan Kota untuk dilakukan pemeriksaan.
Edy menjelaskan bahwa penggunaan jaring trawl merupakan alat tangkap yang dilarang karena berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan. “Penggunaan jaring trawl dapat merusak habitat laut dan berdampak pada keberlangsungan sumber daya ikan, sehingga penggunaannya dilarang oleh peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Namun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan diketahui merupakan nelayan kecil. Oleh karena itu, penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku. “Karena yang bersangkutan termasuk nelayan kecil, maka dilakukan pembinaan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Perikanan serta kebijakan perlindungan terhadap nelayan kecil,” tambahnya.
Satpolairud Polres Pasuruan Kota juga mengimbau kepada para nelayan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan serta sesuai dengan aturan yang berlaku demi menjaga kelestarian laut. “Kami mengimbau seluruh nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang dan tetap mematuhi peraturan perikanan demi menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” pungkasnya. (*)






