KabarBaik.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2025 yang memberikan gambaran terkini mengenai kondisi sosial ekonomi desa dan kelurahan di Jawa Timur. Kepala BPS Jatim, Zulkipli, menyampaikan bahwa struktur ekonomi pedesaan di provinsi ini masih ditopang kuat oleh sektor pertanian.
Berdasarkan hasil Podes, terdapat 6.256 desa/kelurahan di Jatim yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Sementara itu, 1.054 desa/kelurahan didominasi sektor industri, dan 1.184 desa/kelurahan lainnya mengandalkan aktivitas jasa sebagai sumber penghidupan.
“Data ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi pedesaan di Jawa Timur masih sangat kuat di pertanian, namun potensi sektor industri dan jasa juga terus tumbuh,” ujar Zulkipli, Kamis (11/12).
Selain memetakan lapangan usaha penduduk, Podes 2025 juga mencatat kekayaan potensi ekonomi masing-masing desa. Hasilnya, terdapat 4.740 desa/kelurahan yang memiliki produk barang unggulan, menandakan tumbuhnya daya saing produksi lokal.
Akses pembiayaan juga menjadi perhatian dalam pendataan ini. BPS mencatat 7.783 desa/kelurahan yang warganya menerima manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sementara itu, 1.039 desa/kelurahan tercatat mendapat dukungan Kredit Usaha Bersama (KUBE), dan 1.719 desa/kelurahan lainnya menerima Kredit Usaha Kecil (KUK).
“Pembiayaan seperti KUR, KUBE, dan KUK menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku UMKM di desa,” jelas Zulkipli.
Dari sisi konektivitas digital, seluruh desa/kelurahan di Jawa Timur telah terjangkau sinyal telepon seluler. Namun, masih ada 149 desa/kelurahan yang kekuatan sinyalnya tergolong lemah. Podes juga mencatat keberadaan Base Transceiver Station (BTS) serta pemerataan sinyal internet sebagai indikator penting dalam ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.








