KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Mataram merilis informasi terkait aktivitas sambaran petir serta kondisi magnet bumi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk periode 6 hingga 12 Maret 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui kanal resmi BMKG sebagai bagian dari upaya memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem maupun gangguan geofisika yang dapat terjadi di wilayah NTB.
Dalam rilis tersebut, BMKG menyampaikan bahwa aktivitas sambaran petir di wilayah NTB perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama pada periode musim hujan yang masih berlangsung. Kondisi atmosfer yang tidak stabil berpotensi memicu terbentuknya awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Petir umumnya terjadi saat awan cumulonimbus terbentuk akibat proses konveksi yang kuat di atmosfer. Fenomena ini kerap muncul bersamaan dengan hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak seperti banjir, pohon tumbang, hingga gangguan kelistrikan.
Selain informasi sambaran petir, BMKG juga merilis kondisi magnet bumi di wilayah NTB untuk periode yang sama. Pemantauan aktivitas magnet bumi penting dilakukan karena dapat memberikan gambaran kondisi geofisika yang berhubungan dengan aktivitas matahari dan potensi gangguan pada sistem komunikasi maupun navigasi.
Meski demikian, BMKG menyebutkan bahwa informasi magnet bumi lebih bersifat pemantauan ilmiah dan tidak selalu berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya ketika terjadi hujan disertai kilat atau petir. Masyarakat disarankan menghindari berteduh di bawah pohon tinggi, menjauh dari area terbuka, serta tidak menggunakan perangkat elektronik yang terhubung langsung dengan sumber listrik saat terjadi badai petir.
Selain itu, masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal informasi resmi agar dapat mengetahui perkembangan kondisi cuaca dan geofisika di wilayah NTB.(*)








