KabarBaik.co – Irama angklung dan tabuhan drum berpadu ritmis menggema di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (9/3/) dini hari. Puluhan orang berbaris rapi, memainkan alat musik tradisional sambil berjalan dalam Parade Musik Patrol yang menjadi bagian dari peringatan Hari Musik Nasional.
Parade ini digagas komunitas JatiSwara dan berlangsung mulai pukul 12 malam hingga menjelang sahur. Rute parade dimulai dari kawasan legendaris Kota Pahlawan, melewati beberapa titik ikonik, lalu kembali ke Taman Budaya Jawa Timur. Acara ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga sebuah cara untuk menghidupkan kembali tradisi yang mengakar kuat di masyarakat.
Agung Prasetyo (34), warga Tambaksari, mengaku sengaja datang ke Jalan Tunjungan untuk menyaksikan langsung parade musik patrol ini. Baginya, musik patrol membawa kenangan masa kecil yang penuh kehangatan.
“Dulu, waktu kecil, musik patrol ini sering lewat di kampung pas bulan puasa. Sekarang senang sekali bisa lihat lagi di tengah kota, apalagi di Jalan Tunjungan yang penuh sejarah,” ujar Agung dengan penuh semangat.
Yuli Astuti (29), warga asal Gresik yang sedang berkunjung ke Surabaya, juga mengungkapkan kekagumannya. Menurutnya, parade ini memberikan suasana berbeda yang jarang ia temui di Jalan Tunjungan. “Biasanya Jalan Tunjungan lebih identik dengan gedung-gedung tua dan suasana malam yang tenang. Tapi malam ini jadi hidup dengan suara musik patrol yang energik. Seru banget!” katanya.
Bagi komunitas JatiSwara, parade ini memiliki makna yang lebih dalam. Selain menjadi hiburan, mereka ingin memastikan keberlanjutan musik patrol di era modern. Dengan mengusung semangat kebersamaan, mereka berharap tradisi ini tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musik patrol bukan hanya sekadar budaya, tapi juga warisan yang harus kita jaga bersama,” ujar salah satu perwakilan komunitas JatiSwara.
Parade Musik Patrol ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan Hari Musik Nasional, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (*)










