KabarBaik.co – Kabar baik datang bagi mahasiswa asal Sumatera yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Sebanyak 122 mahasiswa mendapatkan keringanan berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sekaligus bantuan paket kebutuhan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Malang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di sela Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di halaman Balai Kota Malang. Pembebasan UKT tersebut diberikan oleh Universitas Merdeka (Unmer) Malang bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak langsung bencana di daerah asal. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan tanpa terkendala biaya.
Selain pembebasan UKT, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang juga menyalurkan bantuan paket kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang turut memberikan bantuan uang tunai langsung kepada para korban di wilayah terdampak.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan, perhatian terhadap mahasiswa menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan Pemkot Malang, mengingat dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berimbas pada kondisi psikologis dan ekonomi keluarga.
“Pembebasan UKT ini adalah bentuk kepedulian agar mahasiswa tetap fokus belajar meski keluarganya sedang tertimpa musibah. Pemerintah hadir untuk memastikan masa depan mereka tidak terhambat,” ujar Wahyu Hidayat, Senin (22/12).
Ia menambahkan, sebelumnya Pemkot Malang telah mengirimkan sebanyak 30 truk bantuan logistik ke wilayah bencana yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN di lingkungan Pemkot Malang. Menurutnya, dukungan terhadap mahasiswa terdampak bencana juga menjadi wujud investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberikan semangat bagi para mahasiswa untuk terus melangkah,” pungkasnya.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 menyebabkan dampak yang sangat besar. Ratusan ribu warga harus mengungsi dan ribuan rumah serta infrastruktur publik mengalami kerusakan. Respons dari berbagai daerah, termasuk Kota Malang, diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak. (*)










