Wali Kota Malang Dukung Optimalisasi Wakaf Uang untuk Dunia Pendidikan

oleh
WhatsApp Image 2025 10 20 at 15.29.49
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam mendorong realisasi wakaf uang di sektor pendidikan. Menurutnya, wakaf berperan penting sebagai sumber dana abadi yang berkelanjutan bagi pengembangan dunia pendidikan.

“Bagi dunia pendidikan, wakaf mampu membuka peluang untuk dana abadi yang dapat digunakan untuk pengembangan sarana prasarana, peningkatan kualitas tenaga pengajar, maupun bagi kepentingan mahasiswa,” ujar Wahyu saat menghadiri kegiatan di Universitas Brawijaya (UB), Senin (20/10).

Wahyu menegaskan, Kota Malang memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan peran wakaf sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan. “Kampus bisa mandiri secara finansial, tidak bergantung kepada pendanaan instansi lain, dan mampu menciptakan mutu pendidikan yang kuat dan inklusif,” ungkapnya.

Ia juga berharap Kota Malang dapat menjadi contoh kota pendidikan yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Ini menjadi pembelajaran bagaimana kita bisa mewakafkan dana, salah satunya dana abadi yang oleh BWI sudah diarahkan untuk dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Wahyu menilai pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat luas untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mandiri secara finansial, berkualitas, dan inklusif. Untuk itu, ia mendorong setiap kampus memiliki strategi menjadikan wakaf sebagai bagian dari langkah strategis dalam pengembangan pendidikan.

Di tempat yang sama, Rektor UB Prof. Widodo juga menekankan pentingnya membangun persepsi positif masyarakat terhadap wakaf produktif. Dinilainya, perguruan tinggi bisa menjadi pusat riset dan kajian untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

“Dengan wakaf produktif ini tentu akan memudahkan bagi BWI dan juga pengelola wakaf untuk memanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia,” jelasnya. Rektor menyebut perihal itu perlu terus dikaji agar bisa memberi manfaat luas.

Sementara itu, Wakil Ketua BWI, Tatang Astarudin, mengungkapkan bahwa penerapan wakaf uang di dunia pendidikan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah minimnya kesadaran masyarakat yang masih menganggap hanya tanah dan bangunan yang bisa diwakafkan.

“Belum semua kampus, termasuk kampus berbasis agama, punya nazir. Beberapa lembaga juga masih terkendala regulasi negara. Padahal wakaf itu bisa menjadi dana abadi yang dimanfaatkan untuk kepentingan klaster mereka sendiri,” jelas Tatang.

Ia menambahkan, kini beragam bentuk aset bisa diwakafkan, seperti uang, royalti, hak cipta, kendaraan, buku, hingga pohon. “Kami dorong tiap kampus punya kenaziran untuk menggarap potensi wakaf uang di sektor pendidikan,” ujarnya.

Menurut data BWI, potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 181 triliun yang mencakup 17 klaster sektor. Potensi besar ini diharapkan dapat menjadi sumber investasi berkelanjutan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.