Unej Dorong Lulusan Magang dan Bekerja di Sektor Pertanian Jepang

oleh -25 Dilihat
IMG 20251121 WA0002
Seminar yang dihadiri Direktur Taya Farm Jepang, Taya Toru. (Ist)

KabarBaik.co – Universitas Jember (Unej) secara aktif mendorong mahasiswa dan lulusannya untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri dengan Jepang sebagai salah satu tujuan utama. Upaya ini diwujudkan oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unej dengan menghadirkan Direktur Taya Farm Jepang, Taya Toru, dalam sebuah seminar di aula gedung Soedjarwo pada Jumat, (21/11).

Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unej Rokhani menjelaskan bahwa UPA bertugas menyediakan informasi dan akses ke dunia kerja bagi mahasiswa. Kemitraan dengan Taya Farm dipilih karena selain memberikan penjelasan prosedur magang dan kerja, juga mencakup materi tentang rencana bisnis untuk berwirausaha di bidang pertanian.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa akan mendapatkan informasi mengenai peluang bekerja di Jepang, bahkan berpeluang membuka usaha di bidang pertanian,” jelas Rokhani.

Dalam paparannya, Taya Toru menyoroti kekurangan tenaga kerja terampil di sektor pertanian Jepang akibat rendahnya angka kelahiran dan keengganan generasi muda Jepang bekerja di bidang tersebut. Saat ini, rata-rata usia petani Jepang mencapai 60 tahun.

Lulusan Pascasarjana IPB University ini meyakinkan bahwa kondisi kerja bagi pekerja asing di Jepang semakin baik. Gaji, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial kini setara dengan pekerja lokal Jepang. Pekerja di Taya Farm dapat memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mobilitas di negara tersebut.

“Kesempatan magang dan bekerja di Jepang terbuka lebar sebab kami memerlukan banyak tenaga terampil di bidang pertanian. Nantinya mahasiswa UNEJ bisa memilih akan magang atau bekerja dengan durasi satu hingga tiga tahun,” ujar Taya Toru.

Pemilik usaha pertanian di kota Fukui ini juga mengingatkan peserta mengenai perbedaan kondisi teknis, alam, dan sosial budaya Jepang yang harus disiapkan salah satunya teknologi dan mekanisasi.

Setelah seminar, Taya Toru berdiskusi dengan jajaran dekanat Fakultas Pertanian. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. M. Rondhi, menyatakan bahwa hasil pertemuan ini akan digunakan sebagai bahan masukan untuk mempersiapkan kurikulum yang sesuai dan menyiapkan pelatihan bagi mahasiswa agar siap magang dan bekerja di Jepang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.