KabarBaik.co- Sebagai orang tua, terkadang tanpa sadar memarahi anak dengan cara membentak. Meski niat awal adalah untuk mendidik dan mengajarkan anak saat melakukan hal yang tidak sesuai.
Faktanya, memarahi anak dengan cara membentak memberikan dampak buruk bagi anak. Hal ini bisa memengaruhi mental psikologis anak saat itu dan dimasa depan mereka.
Berbagai dampak perkembangan otak anak yang sering dimarahi
- Gangguan Emosi:
- Rendahnya Percaya Diri:
Akibat terlalu sering dimarahi apalagi dengan cara dibentak, bisa menurunkan rasa percaya diri anak. Karena anak merasa apa yang ia lakukan selalu salah di mata orangtuanya.
- Mengganggu Perkembangan Otak Anak
Penelitan menyatakan bahwa perkembangan otak anak yang sering dibentak saat dimarahi, bisa terhambat. Selain itu juga bisa menyebabkan ukuran otaknya menjadi lebih kecil dibanding rata-rata anak seusianya.
- Gangguan Kecerdasan
- Kelak menjadi sosok pemarah
Anak adalah peniru yang baik. Sehingga ketika dimasa kecilnya sering dibentak, maka akan lekat diingatannya. Hal ini bisa saja berpotensi membuat mereka jadi gemar berkelahi atau sering memukul bila sesuatu hal tidak berjalan sesuai keinginannya.
- Sulit bergaul atau bersosialisasi
Anak yang sering dibentak, mungkin menghindari pertemanan atau hubungan sosial dengan orang lain, karena mereka akan takut dicela atau dihina oleh teman-temannya.
Alternatif mendisiplinkan anak:
- Komunikasi yang efektif: Cobalah untuk berbicara dengan anak dengan tenang dan menjelaskan alasan di balik aturan.
- Memberikan contoh yang baik: Jadilah role model yang baik bagi anak.
- Memberikan pujian dan penghargaan: Apresiasi perilaku positif anak setiap anak menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Semoga berita ini bermanfaat!










