KabarBaik.co – Strategi sering kali diasosiasikan dengan presentasi kompleks dan istilah-istilah teknis yang mengesankan. Namun, bagi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, H.M. Ali Affandi L.N.M., strategi sejati justru lahir dari pengalaman lapangan yang praktis dan mendalam.
Dalam perjalanan kariernya, Mas Andi — sapaan akrabnya — telah memetik banyak pelajaran berharga, termasuk saat bekerja bersama tokoh-tokoh nasional seperti Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Awalnya saya merasa harus selalu tampil sempurna di ruang rapat, dengan istilah asing dan slide kompleks. Tapi ternyata, menjadi strategis sejati itu bukan tentang terlihat pintar, melainkan benar-benar memahami dan mampu mengambil keputusan yang bermakna,” ungkap Mas Andi saat ditemui di Surabaya, Selasa (27/5).
Berikut adalah sepuluh pelajaran penting yang ia bagikan:
1. Kesederhanaan Adalah Kunci
Menurut Mas Andi, strategi yang baik harus sederhana, jelas, dan fokus. “Tugas kita bukan membuat orang kagum dengan jargon, tapi membantu mereka memahami: kita ada di mana, mau ke mana, dan bagaimana bisa menang,” urainya.
2. Hindari Sindrom “The Smartest Person in the Room”
Mas Andi pernah terjebak dalam upaya menjadi yang paling pintar di ruang rapat. Kini ia sadar bahwa kehadiran seorang strategis seharusnya menciptakan ruang berpikir bersama, bukan mendominasi. “Semakin kita berhenti berusaha terlihat pintar, justru semakin terlihat pintar di mata orang lain,” tegasnya.
3. Narasi dalam Strategi
“Fakta memang penting, tapi cerita yang menjual,” kata Mas Andi. Ia menyarankan agar strategi disampaikan melalui alur naratif yang mencakup tantangan, ide besar, dan aksi nyata.
4. Ketegasan dalam Bersikap
Netralitas yang berlebihan dapat mengurangi dampak strategi. “Strategi tanpa sudut pandang hanyalah daftar pilihan. Kita harus punya posisi, alasan, dan siap dengan segala konsekuensi,” ujarnya.
5. Keberanian Menyikapi Ketidaknyamanan
Menurut Mas Andi, ketidaknyamanan adalah tanda keputusan penting. “Kalau semua terasa nyaman, hati-hati, bisa jadi Anda sedang menghindari keputusan penting,” ujarnya. Ia terinspirasi oleh keberanian AHY menetapkan target tinggi meskipun sulit.
6. Eksekusi adalah Segalanya
“Strategi hidup atau mati di lapangan,” kata Mas Andi. Ia pernah terlibat langsung dalam menyusun ulang komunikasi dan roadmap bersama tim. Baginya, strategi bukan sekadar presentasi, tetapi aksi nyata.
7. Pentingnya Visual dalam Presentasi
Visual yang baik dapat memperkuat pesan. Ia mencontohkan AHY yang selalu menyajikan presentasi yang kuat secara isi dan rapi secara visual, sehingga lebih mudah diterima.
8. Kuasai Bahasa Angka
Kemampuan memahami angka, menurut Mas Andi, sangat penting untuk membangun kredibilitas. “Begitu saya bisa bicara dengan bahasa angka, saya mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis,” jelasnya.
9. Ukur Dampak dengan Angka
Ia menyarankan agar setiap ide selalu dikaitkan dengan dampak finansialnya. “Kalau Anda punya ide, tanyakan dampaknya terhadap bottom line. Gunakan angka. ‘Ini membuka potensi margin Rp125 miliar’ jauh lebih kuat daripada sekadar ‘ini ide bagus’,” terangnya.
10. Menulis untuk Menjernihkan Pikiran
Menulis adalah proses berpikir yang penting bagi Mas Andi. “Saya pikir sudah paham karena slide saya bagus. Tapi saat menulis, logika saya runtuh. Menulis itu alat untuk memperjelas pikiran, menyaring esensi, dan memilih apa yang penting,” tuturnya.
“Semua pelajaran ini saya dapat bukan dari teori, tapi dari kegagalan, tekanan, dan momen-momen klik di lapangan. Strategi bukan tentang membuat deck yang sempurna, tapi tentang memperjelas arah, menggerakkan tim, dan menghadirkan perubahan nyata,” pungkas Mas Andi.(*)






