KabarBaik.co – Menanggapi berbagai bencana alam yang terjadi di tanah air, Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Peterongan, Jombang, mengeluarkan kebijakan solidaritas berupa keringanan hingga pembebasan biaya SPP (Syahriah).
Kebijakan ini berlaku bagi santri lama maupun calon santri baru yang keluarganya terdampak musibah, baik di wilayah Sumatra maupun daerah lain seperti keluarga korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.
“Kami ingin memastikan bahwa bencana tidak menghentikan langkah anak-anak untuk menuntut ilmu,” kata Pengasuh PPDU KH. Zaimuddin Wijaya As’ad atau Gus Zuem, Selasa (16/12).
Bantuan diberikan secara fleksibel, mulai dari pengurangan hingga pembebasan penuh biaya SPP untuk satu semester ke depan. Masa berlaku bantuan juga dapat dievaluasi dan diperpanjang sesuai kondisi pemulihan keluarga yang bersangkutan.
Untuk mengakses bantuan, wali santri cukup melampirkan dokumen domisili seperti Kartu Keluarga atau KTP yang menunjukkan alamat di zona terdampak. Bagi orang tua yang tempat kerjanya terdampak bencana, meski domisili tidak, dapat melampirkan surat keterangan dari perusahaan atau instansi terkait.
Kebijakan ini juga menyasar calon santri baru tahun ajaran 2026/2027. Mereka tidak hanya mendapatkan keringanan SPP, tetapi juga dibebaskan dari biaya daftar ulang. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi putus sekolah dan menjaga semangat belajar anak-anak di tengah situasi sulit.
“Ini adalah panggilan hati kami. Sebagai lembaga pendidikan, Darul Ulum harus hadir memberikan rasa aman dan dukungan, tidak hanya dalam hal ilmu tetapi juga dalam kepedulian sosial,” ungkap Gus Zuem.
Inisiatif ini mengukuhkan peran pesantren sebagai institusi yang tidak hanya mencetak generasi religius dan cendekia, tetapi juga peka dan proaktif menjawab persoalan kemanusiaan.
“Kami ingin menjadi rumah yang terus memberikan perlindungan, baik itu ilmu maupun kepedulian bagi para santri serta keluarganya,” pungkas Gus Zuem. (*)








