KabarBaik.co, Batu – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani memastikan jalur pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong di Kota Batu kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup akibat cuaca ekstrem. Pembukaan jalur tersebut mulai berlaku sejak Kamis (29/1) pukul 00.00 WIB.
Ketua LMDH Wana Tani, Ahmad Syaifudin, menyampaikan keputusan membuka kembali pendakian dilakukan setelah pihaknya melakukan pemantauan kondisi cuaca yang dinilai sudah membaik. “Pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong resmi kami buka kembali sejak pukul 00.00 WIB. Ini berdasarkan hasil pemantauan cuaca yang sudah relatif membaik,” ungkap Syaifudin, Sabtu (31/1).
Meski demikian, Syaifudin menegaskan bahwa pembukaan jalur ini tidak serta-merta menghilangkan potensi risiko di lapangan. Ia mengingatkan para pendaki untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena perubahan cuaca masih bisa terjadi sewaktu-waktu. “Kami tetap mengingatkan para pendaki untuk waspada. Kondisi cuaca di kawasan hutan dan pegunungan bisa berubah secara tiba-tiba,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, hingga saat ini LMDH Wana Tani baru membuka dua jalur pendakian tersebut. Sementara jalur menuju Gunung Buthak masih ditutup dan belum dapat dipastikan kapan akan kembali dibuka. “Untuk jalur pendakian Gunung Buthak saat ini masih belum dibuka. Masih dalam tahap pemulihan, sehingga sementara hanya Gunung Panderman dan Gunung Bokong yang kami izinkan untuk pendakian,” tandasnya.
Syaifudin mengimbau para pendaki agar mempersiapkan kondisi fisik dan perbekalan dengan matang sebelum melakukan pendakian. Menurutnya, suhu dingin di kawasan hutan Kota Batu berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan. “Kami berharap para pendaki benar-benar mempersiapkan fisik dan logistik. Pendakian ke kawasan hutan membutuhkan kesiapan yang matang demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Gunung Panderman memiliki ketinggian 2.045 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan salah satu gunung favorit pendaki di Kota Batu. Sementara Gunung Bokong dengan ketinggian 1.746 mdpl menjadi alternatif jalur pendakian yang mulai dibuka sejak tahun 2024. (*)








