KabarBaik.co, Malang – Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah Malang Raya melaksanakan persembahyangan Ngembak Geni di kawasan Candi Badut, Kabupaten Malang, Jumat (20/3). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi 1948 Saka sekaligus mencerminkan harmoni antarumat beragama karena bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sejak sekitar pukul 11.00 WIB, pelataran candi dipenuhi umat yang datang mengenakan busana adat serba putih. Mereka mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.
Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Warthana, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Ngembak Geni tahun ini.
“Ini menunjukkan betapa tingginya sradha atau keyakinan umat Hindu. Kami bersyukur umat se-Malang Raya bisa hadir dan mengikuti persembahyangan dengan baik,” ujarnya.
Ngembak Geni dilaksanakan setelah umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan. Tradisi ini menjadi momen refleksi diri dan penyucian batin.
Memasuki Ngembak Geni, umat diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, menurut Made, makna “menyalakan api” tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan nilai-nilai spiritual.
“Api yang dinyalakan kembali adalah simbol persaudaraan, cinta kasih, dan dharma. Kita kembali beraktivitas, tetapi dengan semangat spiritual yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menilai momentum Ngembak Geni tahun ini terasa istimewa karena beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut menjadi refleksi nyata tentang kehidupan yang rukun dalam keberagaman di Indonesia.
Dalam ajaran Hindu, lanjutnya, dikenal konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti seluruh makhluk hidup adalah satu keluarga. Nilai ini menjadi dasar dalam membangun toleransi antarumat beragama. “Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi,” tegasnya.
Selain menjadi tempat ibadah, Candi Badut juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Candi ini diyakini sebagai candi Hindu tertua di Jawa Timur yang telah berdiri sejak abad ke-8 dan menjadi simbol peradaban yang terus dijaga hingga kini.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian PHDI Kabupaten Malang, Istianah, berharap kebersamaan umat Hindu di Kota dan Kabupaten Malang terus terjalin.
Ia mendorong agar Ngembak Geni dapat menjadi momentum mempererat persatuan, tidak hanya di internal umat Hindu, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat yang lebih luas. “Ke depan, mari kita tingkatkan kebersamaan dalam pelaksanaan Ngembak Geni antara Kabupaten dan Kota Malang,” tandasnya. (*)








