KabarBaik.co – Monumen Hamid Roesdi di Kampung Durian Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, kini menjadi ikon baru Kota Malang yang menegaskan jejak perjuangan Pahlawan Tiga Zaman, Mayor Hamid Rusdi. Monumen tersebut berdiri tepat di lokasi tempat sang pejuang gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda pada 8 Maret 1949.
Mayor Hamid Rusdi tidak hanya dikenang sebagai pemimpin pasukan yang tangguh, tetapi juga sebagai pencetus bahasa walikan, atau osob kewaIan model komunikasi dengan cara membalikkan susunan kata. Bahasa tersebut diciptakan sebagai kode rahasia untuk mengelabui penjajah dan menyamarkan siasat para pejuang di medan perang.
Kini, bahasa walikan berkembang sebagai bahasa prokem masyarakat Malang sekaligus identitas kuat Aremania, suporter Arema FC. Pembangunan monumen dilakukan untuk memperindah tugu lama yang telah lebih dulu berdiri sebagai penanda lokasi gugurnya Mayor Hamid Rusdi. Selain bernilai historis, keberadaan monumen juga menjadi bagian dari pengembangan wisata Kampung Durian Wonokoyo.
Beberapa waktu lalu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, meresmikan penanaman 1.000 pohon durian di sekeliling monumen sebagai langkah untuk memperluas daya tarik wisata sekaligus menciptakan destinasi edukasi sejarah perjuangan di wilayah Kota Malang.
Seniman pembuat patung, Muhammad Lugman, mengungkapkan kebanggaannya dapat mengerjakan karya monumental tersebut. “Saya mengerjakan patung ini dimulai pada Agustus 2025 hingga November. Saya menggunakan media semen karena ingin menampilkan karakter patung agar terlihat kuat teksturnya dan tampak natural,” ujar Lugman, alumni Seni Rupa SAMIN IKIP Malang, Minggu (30/11)
Lugman menambahkan bahwa kedekatan emosionalnya dengan Kota Malang turut memengaruhi proses kreatifnya. “Saya lama tinggal di Malang sejak kuliah hingga mendirikan galeri seni ART FAMILY STUDIO di Jalan Jakarta Dalam 136. Jadi Malang seperti rumah kedua saya, meski saya berasal dari Kediri,” jelasnya.
Ia berharap monumen ini dapat memberikan edukasi sejarah kepada generasi muda. “Semoga para muda lebih mengenal pahlawannya. Bahwa ini lho pahlawan dari Malang, pencetus boso walikan. Karena saya yakin masih banyak anak muda yang belum memahami asal-usulnya,” pungkas Lugman.
Profil Pahlawan Hamid Rusdi
Nama : Hamid Rusdi
Tempat Lahir : Sumbermanjing Kulon, Pagak, Malang
Tahun Lahir : 1911
Tahun Gugur : 1949
Pangkat : Mayor
Jabatan : Komandan Batalyon I Resimen Infanteri 38 Jawa Barat
Peran : Pencetus bahasa walikan khas Kota Malang
Lokasi Gugur : Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Monumen Hamid Roesdi menjadi simbol bahwa perjuangan dan identitas budaya adalah warisan berharga yang harus terus dikenalkan kepada generasi penerus. Tak hanya sebagai tempat penghormatan, monumen ini kini juga menjadi destinasi wisata baru yang memperkaya narasi sejarah Kota Malang. (*)








