KabarBaik.co – Florawisata Santtera De Laponte yang berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, diminati banyak wisatawan. Apalagi pada musim liburan seperti saat ini. Meski belum begitu lama beroperasi, Florawisata Santtera De Laponte benar-benar berhasil menjadi magnet bagi wisatawan.
Meski begitu, ramainya pengunjung wisata ternyata tidak sebanding dengan fasilitas parkir yang disediakan. Kapasitas lahan parkir yang disediakan tidak mencukupi. Akibatnya parkir kendaraan meluber ke jalan bahkan berada di ruas jalan kampung terdekat sampai depan rumah warga.
Dari pantauan di lapangan pada Sabtu (13/7) hingga Minggu (14/7), arus lalu lintas dari Songgokerto Kota Batu menuju Kecamatan Pujon telah macet sejak dari Wisata Payung. Kendaraan roda empat mendominasi dan berjalan lambat bahkan berhenti. Begitu juga dari arah Pujon menuju Kota Batu terjadi kemacetan sekitar 1 kilometer sebelum mencapai Florawisata Santtera.
Selain itu, kendaraan yang menyeberang di pertigaan menuju jalur Klemuk juga memperparah situasi. ”Jam segini belum parah. Nanti kalau sudah jam 12 sampai sore, macetnya tambah parah. Biasanya macet mulai dari SPBU Songgoriti Kota Batu,” ujar Achmad Faisal, salah seorang pengendara yang sering melintas di jalan tersebut, Minggu (14/7).
Bahkan, beberapa warga mengeluhkan parkir pengunjung di bahu jalan sampai menutup akses keluar masuk pemilik rumah warga Pandesari. Sayangnya warga hanya bisa mengeluh di tempatnya saja. “Kemarin saya tegur beberapa kendaraan wisatawan karena sampai parkir di area punden Desa Pandesari. Parkiran penuh sampai pinggir jalan,” tutur Faisal.
Sementara itu, pihak Florawisata Santtera De Laponte yang enggan disebutkan Namanya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan area parkir cukup luas. Namun, tingginya animo pengunjung membuat lahan parkir tidak mencukupi.
”Untuk area parkir kami sebenarnya sudah cukup luas, akan tetapi mungkin saat ini masih dalam musim liburan atau high season sehingga kami tidak bisa memperkirakan jumlah pengunjung yang akan datang,” ujar dia.
Meski demikian, lanjut dia, pihak Florawisata Santtera De Laponte telah mengambil langkah dengan membuat sistem buka tutup di pintu masuk wisata untuk membatasi jumlah pengunjung. Selain itu, ada juga kantong parkir di luar area Santerra yang dikelola masyarakat sekitar. (*)







