KabarBaik.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus mematangkan persiapan arus lalu lintas menjelang pelaksanaan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7-8 Februari 2026 di Stadion Gajayana. Sejumlah titik drop zone, lokasi transit, hingga kantong parkir bus telah dipetakan guna mengantisipasi lonjakan jemaah.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan bersama Satlantas Polresta Malang Kota, Ditlantas Polda Jawa Timur, serta PWNU Jawa Timur. “Kemarin, kami telah melakukan survei bersama Satlantas Polresta Malang Kota, Ditlantas Polda Jawa Timur maupun PWNU Jawa Timur. Beberapa rencana telah dibahas dan akan segera difinalkan,” jelas Widjaja, Rabu (28/1).
Ia memperkirakan, sekitar 1.000 unit bus pembawa peserta akan masuk ke wilayah Kota Malang. Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan pribadi yang turut mengantarkan jemaah dari berbagai daerah.
Sejumlah ruas jalan disiapkan sebagai titik drop zone dan parkir bus, antara lain Jalan Ijen, Jalan Semeru, dan Jalan Simpang Balapan. Sementara itu, kantong parkir tambahan juga disiapkan di Jalan Wilis, Jalan Veteran, hingga Lapangan Rampal. “Ini bukan hanya tugas Dishub maupun Polresta saja, melainkan semua pihak akan terlibat melakukan pengaturan,” tegasnya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Widjaja menyampaikan bahwa pengalihan maupun penutupan jalan bersifat situasional dan menyesuaikan kondisi di lapangan. “Penutupan jalan belum bisa kami pastikan. Sifatnya insidentil, dilihat dari kondisi apakah dibutuhkan pengalihan atau penutupan jalan,” ujarnya.
Harlah 1 Abad NU yang juga dirangkai dengan Mujahadah Kubro diperkirakan akan dihadiri sekitar 100.000 jemaah. Untuk itu, Dishub mengoptimalkan sejumlah lokasi sebagai tempat transit dan istirahat peserta. “Antusias jemaah diprediksi cukup besar. Kami mengoptimalkan lokasi-lokasi yang bisa digunakan sebagai drop zone, tempat parkir, dan maktab sebagai tempat istirahat para tamu,” tambah Widjaja.
Sementara itu, Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pengaturan jam kedatangan bus peserta juga akan dilakukan guna mencegah kepadatan lalu lintas. Sebagai contoh, rombongan peserta dari Surabaya dijadwalkan masuk Kota Malang pada 7 Februari 2026 pukul 18.00-19.00 WIB. Mereka akan diarahkan ke titik drop zone di Jalan Simpang Ijen dengan lokasi transit di Bakorwil Malang, sementara bus diparkir di Jalan Simpang Balapan.
Untuk tempat transit, Dishub memanfaatkan sejumlah fasilitas, di antaranya Bakorwil Malang, Polkesma, SMKN 3 Malang, Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Lapangan Rektorat Universitas Negeri Malang, Graha Cakrawala, Samantha Krida, MIN 1, MAN 2, SMPN 8, hingga Masjid Jami. “Saat tiba di tempat transit, peserta bisa beristirahat sementara sebelum berjalan kaki menuju lokasi kegiatan Harlah di Stadion Gajayana,” terangnya.
Terkait jumlah personel yang terlibat, Rahmat menyebut masih akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi lintas sektor.
“Ini masih terus dirapatkan dan dikoordinasikan dengan semua pihak. Karena ini skalanya besar dan segalanya perlu disiapkan,” tandasnya. (*)








