KabarBaik.co, Surabaya – Aroma sambal pedas yang khas perlahan memenuhi dapur, menghadirkan sensasi yang langsung menggugah selera. Di balik aktivitas memasak itu, seorang chef tampak meracik bumbu dengan penuh ketelitian, seolah setiap gerakan memiliki makna.
Dialah Chef Sarwan, finalis MasterChef Indonesia Season 1 yang dikenal dengan sapaan Chef Katrok. Kali ini, ia membagikan resep nasi tempong, kuliner tradisional yang identik dengan cita rasa pedas yang kuat dan menggigit.
Menurut Chef Sarwan, nasi tempong memang terlihat sederhana, terdiri dari nasi putih, sambal, lauk, serta sayuran. Namun, di balik kesederhanaan tersebut, terdapat keseimbangan rasa yang harus dijaga dengan cermat.
“Memasak bukan sekadar kebiasaan, tetapi soal rasa dan ketelitian,” ujarnya, Rabu (25/3).
Dalam racikannya, Chef Sarwan tetap mempertahankan karakter utama nasi tempong yang pedas dan gurih. Namun, ia menghadirkan pendekatan berbeda dengan membuatnya terasa lebih ringan dan nyaman di lidah.
Bahan yang digunakan pun masih familiar, seperti nasi putih, ayam ungkep, tahu dan tempe goreng, ikan asin, serta sayuran rebus. Meski demikian, terdapat satu pembeda utama dalam proses memasak, yakni pemilihan bumbu yang lebih bijak.
Chef Sarwan memperkenalkan penggunaan garam diet sebagai alternatif, yang dinilai dapat memberikan rasa gurih tanpa membuat hidangan terasa berat.
“Garam diet ini teksturnya lembut, putih, dan sudah beryodium,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan kecil dalam memilih bahan dapur dapat memberikan dampak besar terhadap pola makan sehari-hari. Menurutnya, memasak sehat tidak harus menghilangkan kenikmatan rasa.
Proses memasak dilakukan secara bertahap dengan perhatian pada setiap detail. Bumbu diracik perlahan agar menyatu sempurna, menghasilkan aroma khas nasi tempong yang semakin menggoda.
“Rasanya tetap gurih, enak, dan tidak eneg,” tambahnya.
Bagi Chef Sarwan, makanan tradisional tetap bisa beradaptasi dengan kebutuhan masa kini. Dengan pendekatan yang tepat, cita rasa khas tetap terjaga, namun lebih ramah untuk dikonsumsi.
Melalui racikan nasi tempong ini, ia tidak hanya menghadirkan hidangan lezat, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan pola makan. Dari dapur sederhana, ia menunjukkan bahwa langkah kecil—termasuk dalam memilih bahan seperti garam—dapat menjadi awal menuju gaya hidup yang lebih sehat.






