KabarBaik.co – Secara geografis Kota Batu merupakan salah satu daerah yang dikelilingi hutan. Kondisi inilah yang membuat masyarakat kota ini patut waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau seperti sekarang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, 52 persen wilayah Kota Batu merupakan hutan produksi. Taman hutan rakyat dan wilayah yang memiliki potensi karhutla masuk wilayah hutan Perhutani.
“Sampai saat ini setiap hari kami melakukan monitoring dan antisipasi terkait karhutla. Koordinasi kami lakukan dengan Perhutani, Tahura (Taman Hutan Rakyat) Malang, karena wilayah kerja mereka. Jadi apabila ada titik potensi akan kami arahkan personel ke sana,” kata Agung, Minggu (8/9).
Agung meminta masyarakat untuk waspada ketika beraktivitas di lahan pertanian maupun hutan saat musim kemarau. Apalagi kawasan Gunung Panderman dan Gunung Arjuno merupakan titik lokasi yang paling rawan terjadi karhutla.
”Kami juga menghimbau masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan dibakar, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, dan harus memastikan bekas api unggun mati sempurna sebelum ditinggalkan,” tandas Agung. (*)









