KabarBaik.co, Jember – Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, terus berinovasi memanjakan para pelancong pemburu tantangan. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), desa ini kini menjagokan Canyoneering sebagai daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menguji nyali sekaligus menikmati keindahan alam dari perspektif yang berbeda.
Ketua Pokdarwis Andongrejo, Teguh Adi Suprapto, menjelaskan bahwa olahraga ekstrem ini merupakan kombinasi apik antara menyusuri sungai, memanjat, hingga teknik menuruni tebing (rappelling) di area air terjun maupun tebing terjal.
“Intinya ini adalah canyoneering. Wisata yang menawarkan sensasi adrenalin bagi mereka yang suka memanjat atau sekadar berburu foto di spot-spot ekstrem,” ujar Teguh, Sabtu (31/1).
Mengingat risikonya yang tinggi, Teguh menegaskan bahwa aspek keselamatan adalah prioritas utama. Kegiatan ini dikelola secara profesional dan dipandu langsung oleh anggota Pokdarwis yang memiliki sertifikasi atau keahlian khusus di bidang alam bebas.
“Petugas kami adalah anggota Pokdarwis yang sudah lama bergelut di bidang ini. Mereka sangat berpengalaman, dan kami pastikan seluruh peralatan sudah memenuhi standar keamanan internasional,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bagi masyarakat yang tertarik mencoba, bisa dilakukan setiap akhir pekan dengan biaya Rp 150 ribu per orang.
Dengan harga yang kompetitif, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman yang memacu jantung, tetapi juga kesempatan mengabadikan momen di spot-spot tersembunyi yang jarang terjamah wisatawan biasa.
Andongrejo kini membuktikan bahwa wisata alam Jember bukan sekadar pemandangan, tapi juga tentang keberanian. (*)






