Jaga Data Kependudukan, Dinsos Kediri Ingatkan Risiko Pemblokiran Bansos

oleh
IMG 20250922 WA0036
Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Ariyanto, saat memberikan keterangan terkait pemblokiran penerima bansos. (Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menjaga data kependudukan. Pasalnya, penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk kepentingan tertentu, termasuk judi online, berpotensi menyebabkan pemblokiran penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Ariyanto, menyebut pemblokiran penerima bansos tidak hanya disebabkan oleh judi online, tetapi juga faktor lain. Misalnya, jika dalam satu keluarga terdapat anggota berstatus ASN, TNI, Polri, atau pekerja dengan penghasilan di atas UMR, maka secara otomatis penerimaan bansos akan dinonaktifkan oleh sistem.

“Kalau ada penerima yang merasa tidak terlibat, mereka bisa mengajukan usul sanggah lewat aplikasi Cek Bansos. Namun keputusan tetap ada di pusat, karena semua by system,” ujar Ariyanto saat dikonfirmasi, Senin (22/9).

Ia menegaskan pentingnya edukasi bagi penerima bansos. Melalui program P2K2 (Penguatan Kemampuan Keluarga), pendamping sosial diminta memberikan pemahaman agar bansos digunakan sesuai peruntukan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data kependudukan.

“Kalau memang keluarganya masih tidak mampu, solusinya ya pisah KK. Jadi haknya tetap bisa didapat tanpa terbentur aturan,” tambahnya.

Hingga kini, Dinsos Kabupaten Kediri mencatat 118 penerima bansos yang terblokir pada triwulan tahap 2 tahun ini. Jumlah tersebut berbeda dengan catatan Kementerian Sosial (Kemensos) yang mencapai 698 penerima.

Ariyanto berharap dengan adanya sosialisasi usul sanggah ini, masyarakat bisa lebih waspada dan tidak langsung percaya jika ada pihak yang meminta data kependudukan. “Intinya, jangan sampai data disalahgunakan sehingga merugikan diri sendiri. Transparansi ini penting untuk menjaga keadilan dalam penyaluran bansos,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.link yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.