KabarBaik.co – Limbah kotoran kambing yang selama ini menjadi permasalahan bagi peternak di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kini mulai menemukan solusi. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penghancur kotoran kambing melalui program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa.
Kegiatan ini menyasar Kelompok Peternakan Kambing Desa Sugeng dan dilaksanakan dengan pendampingan dosen Istantyo Yuwono, ST., MM. Tim mahasiswa yang terlibat terdiri dari Efrem Mahur, Hikmawan Nugie Ramadhan, Margaretha Dyah Putri Pinileh, Maslina Samosir, dan Arina Damala.
“Kami melihat potensi besar di Desa Sugeng, namun pengolahan limbah yang masih manual menjadi hambatan utama. Inovasi ini kami hadirkan untuk memotong rantai kerja yang melelahkan tersebut,” ujar Efrem Mahur, ketua tim mahasiswa.
Selama ini, pengelolaan limbah kotoran kambing masih dilakukan secara manual sehingga kurang optimal dan memerlukan banyak tenaga kerja. Melalui penerapan alat penghancur kotoran kambing, proses pengolahan limbah menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik berkualitas.
Dosen pendamping lapangan, Istantyo Yuwono, ST., MM., menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kontribusi akademisi terhadap masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa teknologi yang dibawa mahasiswa benar-benar tepat guna. Harapannya, para peternak tidak hanya terbantu secara teknis, tetapi juga memiliki kemandirian dalam mengelola potensi desa mereka,” tuturnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan alat, tetapi juga pada peningkatan kapasitas peternak. Para mitra dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah peternakan agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Mitra sasaran menyambut baik inovasi tersebut. Salah satu perwakilan peternak mengakui bahwa alat ini sangat meringankan pekerjaan mereka, meski tetap memberikan catatan untuk pengembangan ke depan. “Alat ini sangat membantu proses pencacahan. Namun, kami memberikan masukan agar nantinya ditambahkan saringan atau penahan supaya hasil penghancurannya bisa langsung halus dalam satu kali proses,” ungkap salah satu anggota Kelompok Peternakan Kambing.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Sugeng. Perangkat desa mengapresiasi program ini karena dinilai sejalan dengan arah pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sugeng. “Program mahasiswa Untag ini sangat mendukung penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Ini sejalan dengan fokus kami yang saat ini tengah mengembangkan sektor peternakan melalui BUMDes,” jelas salah satu perangkat Desa Sugeng.
Melalui inovasi teknologi tepat guna ini, mahasiswa Untag Surabaya berharap dapat mendorong pengelolaan limbah peternakan yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sugeng secara berkelanjutan.










