KabarBaik.co – Salah satu bakal calon wakil bupati (Bacawabup) yang akan running Pilkada 2024 Kabupaten Mojokerto, dr. Rizal Octavian hadiri turnamen tenis meja Japan Cup di Aula MAN 2 Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/8).
Dokter Rizal datang dengan bersama penasehat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Mojokerto Raya, Munawar Tobing. Mereka didampingi panitia acara menyaksikan para peserta bertanding dengan 10 meja teni.
Tidak hanya menjadi penonton, Dokter Rizal juga sempat ikut bertanding meramaikan turnamen ini. Pertandingan persahabatan seru ini Rizal melawan Munawar Tobing.
Dalam kesempatan itu, Dokter Rizal mengatakan pihaknya menerima keluh kesah dari para pengurus PTMSI dari beberapa klub tenis meja di Mojokerto. Penurutnya selama ini pemerintah kurang bahkan tidak ada perhatian kepada olahraga tenis meja.
“Menurut keluhan pengurus PTMSI, selama ini belum ada turnamen yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ungkap Dokter Rizal.
Ia pun sangat mengapresiasi dan mendukung turnamen tenis meja seperti ini. “Turnamen tenis meja selain untuk meraih prestasi juga sebagai ajang silaturahmi para atlet dan eks atlet,” ungkapnya.
Terkait segala uneg-uneg yang disampaikan panitia dan pengurus PTMSI Kabupaten Mojokerto, pihaknya akan sampaikan gagasan baik ini di forum bersama timnya dengan Gus Barra agar kedepan bisa difasilitasi dan diperhatikan.
”Untuk hal positif kami selalu mendukung semua cabang olahraga di Kabupaten Mojokerto, insyaallah akan saya koordinasikan dengan Gus Barra,” tandas putra Bupati Mojokerto periode 2000-2008 tersebut.
Salah satu Pengurus PTMSI Kabupaten Mojokerto, Heru Santoso mengatakan pihaknya mempunyai harapan untuk menarik minat dalam menjaring atlet. Tujuannya tentu kemajuan olahraga tenis meja di Kabupaten Mojokerto. Harapannya dalam satu desa harus ada satu meja tenis.
”Agar menarik minat masyarakat khususnya usia dini, tertarik pada olah raga tenis meja sehingga bibit-bibit muda bisa bermunculan,” ungkapnya.
Turnamen Tenis Meja Japan Cup 2024 ink dikuti peserta dari daerah se-Jawa Timur, Total ada sebanyak 120 peserta dari berbagai kota di wilayah Jawa Timur.
Peserta yang hadir mulai dari Surabaya, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Kediri Jombang dan paling jauh peserta dari Jember. (*)








